Tips Merawat Printer Agar Lebih Awet

berikut.id – Printer adalah hadware output yang digunakan untuk kegiatan percetakan, entah percetakan rumahan atau percetakan besar seperti bisnis. Merawat printer susah susah gampang, printer termasuk hadware sensitif atau gampang rusak jika kita tidak bisa merawatnya.

Printer memiliki banyak sekali jenis seperti printer inkjet, printer laser, printer plotter dan masih banyak lagi. Untuk perawatan perinter masing masing jenis printer memiliki perbedaan perawatan.

Printer memiliki berbagai merek seperti Canon, Epson, HP dan masih banyak lagi, masing masing merek juga banyak sekali kelebihan dan kekurangan. Untuk mencari brand yang pas untuk kebutuhan saya sarankan untuk tanya ke tetangga atau teman dekat yang lebih lama menggunakan printer. Jadi ketika kamu kesusahan menggunakan printer tinggal tanya ke teman kamu.

1. Menjaga Kebersihan Printer

Menjaga kebersihan printer adalah hal pertama yang harus Anda lakukan agar printer bisa tahan lama.

Hal yang pertama adalah selalu bersihkan printer Anda dari debu yang menempel. Terutama jika ada debu menempel pada bagian di mana kertas masuk atau keluar. Pasalnya, debu bisa saja masuk ke bagian yang lebih dalam lagi dan merusak komponen yang penting seperti cartridge.

Setiap hari, sebaiknya bersihkan printer dengan kemoceng. Tidak perlu Anda bersihkan bagian dalam printer. Jika bagian luar sudah bebas dari debu setiap hari, kemungkinan besar bagian dalam juga bersih karena debu tidak menempel di bagian luar dan masuk ke dalam.

Baca Juga :  Memilih Smart TV Yang Pas Buat Kalian

Agar printer tidak berdebu, akan lebih baik jika Anda tempatkan printer di ruangan tertutup. Taruh printer di meja yang sedikit lebih tinggi agar tidak mudah terkena debu.

2. Gunakan Secara Rutin

Siapa bilang printer yang terlalu sering digunakan itu mudah rusak. Bisa juga sebaliknya. Printer yang sudah lama sekali tidak digunakan juga bisa rusak. Tinta mengendap sehingga printer tidak bisa mencetak dokumen atau gambar secara optimal.

Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan printer secara berkala. Kalau printer tidak Anda gunakan, setidaknya print dokumen sekali dalam satu atau dua hari. Ini membuat tinta terus keluar dan tidak menutupi lubang cartridge karena mengendap.

Di sisi lain, komponen printer lainnya juga tidak rusak karena terus digunakan. Misalnya komponen rol untuk mengeluarkan kertas print. Komponen ini yang paling mudah sekali rusak jika printer lama tidak digunakan.

3. Matikan Jika Tidak Digunakan

Laiknya sebuah mesin, printer pun butuh waktu untuk beristirahat. Karena itu, saat Anda belum ada rencana untuk menggunakannya sebaiknya dimatikan saja.

Dengan demikian, printer bisa sedikit ngaso dari tugasnya mencetak dokumen yang Anda butuhkan. Dengan adanya masa recovery justru mampu membuat printer menjadi lebih awet.

Perhatikan juga cara mematikan printer. Jangan langsung cabut kabel adaptor yang menempel ke saluran listrik. Matikan dengan cara menekan tombol on/off sampai semua lampu di printer mati.

4. Jangan Mencetak  Secara Berlebihan

Ada satu hal yang kerap dilupakan oleh para pemilik printer, yaitu mencetak secara berlebihan. Memaksa printer bekerja ekstra hanya akan membuat umurnya menjadi lebih pendek.

Printer head sejatinya punya batas waktu bekerja. Ketika Anda memaksa mencetak dalam jumlah banyak secara cepat, maka kondisi printer head pasti akan kelelahan. Inilah yang kemudian akan membuat kinerja printer menjadi menurun.

Baca Juga :  Cara Reset Printer Epson L210

Kalaupun Anda harus mencetak dalam jumlah yang banyak, misalnya mencetak 200 lembar, lakukan secara bertahap. Tahap pertama mencetak 25 lembar lalu istirahatkan printer selama beberapa menit.

Lanjut ke tahap berikutnya, dan lakukan tahap demi tahap dengan tetap memberi jeda istirahat kepada printer.

Cara ini cukup ideal dilakukan kepada printer yang sudah menggunakan sistem infus. Keberadaan wadah tinta yang berada di luar printer dan terhubung oleh selang juga membutuhkan waktu istirahat.

Karena printer head bakal bekerja lebih keras mengambil tinta yang jaraknya sedikit jauh dalam sistem infus.

6. Gunakan Tinta Original Atau yang Direkomendasikan

Jual Tinta Epson 003 di toko Toko Abadi Putra Mataram | SIPLAH

Jangan pandang sepele penggunakan tinta printer. Selalu gunakan tinta printer sesuai yang direkomendasi produsen. Penggunaan tinta orisinal akan memberi hasil yang maksimal kepada setiap halaman yang dicetak.

Gunakan tinta dari satu merek saja. Pemakaian tinta dari berbagai merek hanya akan membuat hasil cetakan menjadi tidak maksimal.

Penggunaan tinta juga berperan penting dalam merawat printer, gunakanlah 1 merk tinta saja, jangan gonta-ganti merk tinta.

Tinta yang berbeda merk juga akan mempengaruhi hasil cetak printer, tiap merk tinta bisa saja memiliki warna dan kekentalan yang berbeda yang bisa merusak cartridge jika penggunaanya di gonta-ganti.

7. Isi Tinta Sebelum Habis

Jangan lupakan juga cara merawat printer berikut ini.  Rutin memeriksa kondisi tinta di dalam kartrid. Jangan sampai Anda tidak menyadari bahwa tinta sudah habis saat masih menggunakan printer.

Jika Anda menggunakan printer dalam kondisi tinta sudah habis, pasti printer akan mengalami error. Keterlambatan Anda dalam mengisi tinta akan membuat kondisi kartrid menjadi tidak normal.

Ketika hal seperti ini sering terjadi, lama kelamaan kartrid tidak akan bisa berfungsi lagi.

Baca Juga :  Twibbon Menyambut Tahun Pelajaran 2022/2023

8.Lakukan “Clean Head

Cara merawat printer - clean head printer

Cara merawat printer berikutnya adalah rutin melakukan “clean head”. Proses ini adalah cara yang paling banyak dilakukan dalam merawat printer.

Tujuannya agar printer head tidak tersumbat dan mampu menyerap tinta dengan baik. Untuk kemudian menyalurkannya ke atas kertas dengan maksimal.

Sistem perawatan ini umumnya dimiliki oleh setiap printer. Anda tinggal membaca ulang buku manual yang disertakan saat membeli printer. Karena, beda merek printer biasanya beda pula cara melakukan clean head.

Namun demikian, jangan terlalu sering melakukan clean head. Cukup sekitar 1-2 minggu sekali saja.

Jika terlalu sering bisa mengakibatkan tempat tinta tidak bisa menampung tinta atau mengalami kebanjiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.