Pengaruh Fast Charging Pada HP biasa dan Yang Suport Fast Charging

berikut.id – Pengaruh Fast Charging Pada HP biasa dan Yang Suport Fast Charging. Fast charging merupakan fitur pengisian daya baterai secara cepat yang umumnya dihantarkan melalui kabel (wired). Serupa dengan namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengisi baterai dalam waktu yang cukup singkat. Fast charging umumnya ditemukan pada charger yang mendukung kabel berjenis USB Type-C. Untuk dapat bisa dikategorikan sebagai fast charging, sebuah charger harus memiliki daya hantar listrik sebesar 15 Watt. Daya hantar ini diformulasikan dari kombinasi satuan Ampere (A) dan Volt (V). Singkatnya, pengisian daya pada 3 Ampere/5 Volt dapat menghantarkan daya hingga 15 Watt.

Bolehkah memakai fast charger Pada hp tidak fast charger?

Boleh, karena biasanya charger yang sudah mendukung teknologi fast charging juga mendukung tegangan dan arus “standar” 5V~2A.

Apakah apakah aman menggunakan adaptor fast charger untuk hp tidak mendukung fast charger?

Aman. Jika Anda menggunakan adaptor fast charging ke perangkat yang tidak mendukung fast charging, regulator masih akan mencegahnya membebani baterai Anda. Adaptor hanya akan menyalurkan tegangan dan arus sesuai dengan yang didukung perangkat sehingga tidak akan merusak perangkat Anda, tetapi tidak akan mengisi daya lebih cepat. Yang penting, gunakan charger original atau yang bermerk bagus, bukan abal-abal.

Apakah fast charging merusak baterai?

Edan! Xiaomi Bikin Charger dengan Fast Charging 120W

Perangkat yang sudah mendukung teknologi fast charging memungkinkan lebih dari pengisi daya biasa, tanpa merusak baterai. Teknologi fast charging biasanya sudah memiliki berbagai sistem keamanan, misal jika baterai terlalu panas maka adaptor akan menurunkan tegangan dan arus ampere untuk menurunkan panas.

Baca Juga :  Mengenal Perbedaan antara Intel P-Core dan E-Core

Apakah mengisi baterai ponsel semalaman/terlalu lama akan merusak baterai?

Menurut situs Battery University, membiarkan ponsel Anda tetap terhubung ketika sudah terisi penuh, seperti ngecas semalaman, tidak baik untuk baterai dalam jangka panjang. Setelah smartphone Anda mencapai 100%, ia akan mendapatkan ‘trickle charges’ untuk menjaganya tetap 100 persen saat dicolokkan. Walaupun begitu kerusakannya tidak akan terlalu dirasakan, makanya banyak orang beropini, “Saya nge-cas semalaman tiap hari gak ada masalah tuh?” Ya silahkan saja, terserah kebiasaan Anda, karena kerusakannya juga sedikit, tidak terlalu pengaruh.

Dari berapa persen ke berapa persen sebaiknya baterai ponsel saya harus diisi?

Cas ketika ponsel berada di antara 15 dan 40 persen. Smartphone akan mencapai 80 persen dengan cepat jika menggunakan fast charing. Untuk pengecasan sehari-hari cabut pada 80 hingga 90, atau dibawah 100% untuk menghindari “trickle charges”. Trickle charges hanya baik dilakukan sebulan sekali untuk mengkalibrasi baterai dengan cara mengisi dari 0-100% ditambah 20-30 menit.

Haruskah saya mengisi baterai ponsel saya hingga 100 setiap kali?

Tidak, atau setidaknya tidak setiap kali Anda mengisi daya. Para ahli merekomendasikan agar Anda mengisi ulang baterai nol hingga 100 persen penuh (“siklus pengisian”) sebulan sekali. Ini mengkalibrasi ulang baterai, yang agak mirip memulai ulang komputer Anda.

Fast Charging Bisa bikin umur baterai pendek?

Beberapa pengguna mungkin sudah pernah mendengar mitos tentang fitur fast charging atau quick charging bisa memperpendek umum baterai itu sendiri. Faktanya, hal tersebut tidaklah benar. Saat merancang smartphone, vendor tentu sudah dengan hati-hati memformulasikan kombinasi antara jenis baterai (umumnya lithium-ion) dengan daya hantar charger.

Pengaruh Fast Charging Pada HP “Faster charging 40w bisa mempengaruhi usia baterai hingga 70%, jika dibandingkan dengan charging 15w daya hidup baterai sampai 90%,” ujar Oppo.

Baca Juga :  Cara Mempercepat Kinerja Windows 10 Agar PC atau Laptop Agar Tidak Lemot

Pengakuan ini juga diungkap oleh pemilik akun twitter @Andre.f pada kamis pekan lalu. Ia mengatakan Oppo mengkonfirmasi secara langsung bahwa 40w menurunkan kapasitas 70% dalam siklus yang sama 15w akan menjadi 90%.

Oppo sendiri baru saja meluncurkan ponsel dengan faster charging 40w bulan lalu, Oppo Ace2. Ponsel ini memiliki chipset Snapdragon 865 dengan kapasitas baterai 4.000 mAh.

Mungkin inilah sebabnya Google dan Apple tidak mengikuti tren teknologi ini dengan menghadirkan faster charging berdaya besar.

Beberapa produsen smartphone lain sedang berusaha untuk memperlambat penurunan usia baterai dengan berbagai cara. Salah satunya memperlambat kecepatan pengisian setelah baterai terisi 50%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.