Penyimpanan eMMC

Mengenal Penyimpanan eMMC Pada SmartPhone

berikut.id – Mengenal Penyimpanan eMMC Pada SmartPhone. eMMC merupakan suatu komponen di dalam jeroan smartphone. Secara umum kamu lebih mengenalnya dengan penyimpanan internal pada smartphone kamu. Nah, eMMC sendriri merupakan nama yang digunakan di dalam sistemnya.

eMMC adalah kepanjangan dari Embedded Multi Media Controller. Fungsi eMMC adalah sebagai media penyimpanan berkecepatan tinggi dan sekaligus sebagai modul controller. Saat ini eMMC banyak digunakan hp pintar (smartphone), kamera digital, tablet, sistem navigasi (GPS), media player, dan laptop murah. Secara umum, eMMC bisa dibilang sebagai memori penyimpanan internal.

 

Jika dulu kita mengenal istilah MMC (Multi Media Card) atau kartu penyimpanan eksternal untuk hp jadul seperti Nokia Symbian, sekarang MMC sudah berevolusi menjadi eMMC. MMC pada Hp pintar atau smartphone saat ini sudah ditanam langsung ke dalam motherboard. Maka dari itu, istilah MMC kini ditambah huruf “e” yang artinya “embedded.” eMMC menggunakan NAND Flash Memory dan cara kerja yang mirip seperti flashdisk, SD Card, atau SSD.

Menurut sumber yang sama, teknologi ini diterapkan pada perangkat portabel seperti ponsel dan juga ditemukan pada sensor yang terhubung ke Internet of Things (IoT).
SFEM008GB1EA1TO-I-GE-111-STD Swissbit | Mouser Indonesia
Sementara menurut LifeWire, penyimpanan eMMC juga umum ditemukan di laptop dengan harga terjangkau, tablet, Chromebook, PC tablet, hingga komputer 2-in-1.
Pada banyak jenis perangkat, termasuk PC, eMMC menawarkan berbagai ukuran penyimpanan, mulai dari 32 GB hingga 256 GB. Selain itu, terdapat ukuran kelas menengah yang bisa dimanfaatkan, yakni sebesar 64 GB dan 128 GB.

Kelebihan dan Kekurangan eMMC 

Kelebihan eMMC

  1. Harga lebih murah dibanding SSD
  2. Lebih cocok untuk perangkat berukuran kecil dengan beban kerja ringan
  3. Cocok untuk hp, tablet, dan laptop murah
  4. Kapasitas eMMC bervariasi, mulai dari 16 GB hingga 512 GB.

Kekurangan eMMC

  1. Bersifat embedded sehingga tidak bisa di upgrade atau lepas pasang
  2. Performa multitasking lebih rendah dibanding SSD
  3. Tidak cocok untuk beban pekerjaan berat.
Baca Juga :  Mengenal Versi Android yang Terlama hingga Terbaru

 

Tentu semakin lama akan berujung pada kerusakan smartphone seperti stuck di logo atau ponsel tidak mau nyala.

Hal ini disebabkan oleh eMMC yang sudah mulai menua dan sering kelebihan file.

Untuk menjaga eMMC terawat dan awet jangan biarkan eMMC terlalu penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *