Jawaban Percobaan Aktivitas 3.3 IPA Halaman 95 Kelas 7

Jawaban Percobaan Aktivitas 3.3 IPA Halaman 95 Kelas 7

Jawaban Percobaan Aktivitas 3.3 IPA Halaman 95 Kelas 7 — Hai sobatku semuanya , salam giat belajar. Berikut jawaban tentang “Percobaan Aktivitas 3.3” Muatan Pelajaran IPA kelas VII BAB III. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan adik adik semuanya dapat memahami materi tentang Suhu, Kalor dan Pemuaian.

Lebih baik adik adik membaca dan memahami materinya terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal. Karena soal yang ada pada buku siswa berasal dari materi materi tersebut. Semakin adik adik sering membaca dan memahami materinya akan memudahkan dalam menyelesaikan soal- soalnya.

Setelah adik adik memahami materi barulah adik-adik mengerjakan soal yang terdapat dibawah ini. Sebelum adik adik mencocokkan dengan kunci jawaban yang telah kami sediakan, ada baiknya adik-adik mengerjakan dahulu soal tesebut secara mandiri maupun diskusi dengan teman.

Kami juga menyediakan pembahasan soal. Dan pembahasan berikut hanya berfungsi sebagai pembanding dan menyakinkan jawaban adik adik semuanya dangan jawaban yang sudah adik adik kerjakan.

Jawaban IPA Halaman 95 Kelas 7

Percobaan Aktivitas 3.3

1. Menurut kalian, korek apa manakah yang nyala lilin paling pertama?

Jawaban

Korek api yang menyala pertama adalah korek api yang berada tepat di atas lilin. Korek api pada bagian bawah lilin bisa didekatkan menuju nyala api tanpa terbakar karena hanya sebagian kecil udara yang membawa kalor menuju ke bagian bawah lilin.

2. Mengapa korek api dapat didekatkan lebih dekat pada bagian bawah nyala sebelum korek api mulai terbakar?

Jawaban

Korek api pada bagian bawah lilin bisa didekatkan menuju nyala api tanpa terbakar karena hanya sebagian kecil udara yang membawa kalor menuju ke bagian bawah lilin.

Baca Juga :  Kunci Jawaban “Kuat untuk Melindungi”

3. Mengapa kalian tidak dapat mendekatkan kepala korek api dari arah atas menuju api lilin tanpa membuatnya terbakar?

Jawaban

Korek api pada bagian bawah lilin bisa didekatkan menuju nyala api tanpa terbakar karena hanya sebagian kecil udara yang membawa kalor menuju ke bagian bawah lilin.

4. Cobalah ubah semua posisi korek tadi menjadi sejajar dengan lilin? Amati apa yang terjadi.

Jawaban

Ketika posisi korek api sejajar dengan lilin maka korek api tidak menyala.

Pembahasan

Perpindahan kalor secara umum dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu konveksi, konduksi, dan radiasi.

Perpindahan kalor secara konduksi terjadi dengan melewati zat perantara seperti logam tanpa disertai perpindahan partikel- partikel secara permanen di dalam zat itu sendiri. Contohnya ketika memanaskan ujung logam, maka ujung logam lainnya juga ikut panas. Hal ini terjadi karena adanya hantaran kalor dari suhu yang tinggi menuju suhu yang lebih rendah.

Memanaskan ujung logam akan membuat partikel logam membuat getaran pada partikel lain yang terhubung dengannya. Itulah sebabnya semua partikel logam akan bergetar meskipun hanya satu ujung logam yang dipanaskan karena hal ini merangsang terjadinya perpindahan kalor.

Contoh lain yang terjadi pada jenis perpindahan konduksi adalah saat memegang kembang api yang sedang dibakar, knalpot motor menjadi panas setelah motor dinyalakan, tutup panci yang ikut panas saat digunakan untuk memasak, mentega yang meleleh saat dipanaskan, dan sebagainya.

Konveksi adalah salah satu perpindahan kalor yang melewati suatu zat disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat- zat itu sendiri. Perpindahan secara konveksi ini bisa terjadi pada zat cair atau gas, sehingga jenis perpindahan ini dibagi menjadi dua seperti berikut ini:

Baca Juga :  Jawaban Informatika Kelas 7 Aktivitas TIK-K7-5 Membuat Brosur Sederhana dengan Aplikasi Pengolah Kata Halaman 61 62 Kurikulum Merdeka

Konveksi Secara Ilmiah: Adalah perpindahan konveksi yang disebabkan oleh adanya gaya apung tanpa faktor luar dan dipengaruhi adanya perbedaan jenis benda. Misalnya yang terjadi pada pemanasan air, dimana massa jenis partikel air yang sudah panas akan naik menjauh dari api dan kemudian digantikan dengan partikel zat air lain yang suhunya lebih rendah. Proses tersebut menyebabkan semua partikel zat dapat panas secara keseluruhan secara sempurna.

Konveksi Paksa: Adalah perpindahan konveksi yang terjadi karena ada pengaruh faktor luar seperti tekanan dan perpindahan kalor terjadi dengan cara paksa atau disengaja. Itu artinya panas kalor dipaksa untuk berpindah ke tempat yang dituju dengan bantuan faktor luar seperti tekanan. Misalnya yang terjadi pada kipas angin yang membawa udara dingin ke tempat yang panas, radiator mobil yang memiliki sistem pendingin mesin, dan contoh lainnya.

Radiasi adalah perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat perantara sama sekali. Radiasi tidak sama dengan konduksi dan konveksi dalam memindahkan kalor. Perpindahan kalor secara radiasi tidak selalu mengharuskan kedua benda untuk bertemu atau saling bersentuhan karena kalor tersebut dapat berpindah tanpa zat perantara. Itu artinya kalor akan dipancarkan ke semua arah oleh sumber panas dan kemudian mengalir ke semua arah yang bisa dituju.

Sebenarnya setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, namun besarnya bergantung pada suhu benda dan warna zat benda tersebut. Semakin panas benda dibandingkan dengan suhu lingkungan sekitarnya, maka akan semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke sekitarnya. Jadi semakin luas permukaan benda panas membuat semakin panas pula kalor yang diradiasikan ke sekitarnya.

Pada kasus di soal, perpindahan kalor yang terjadi pada panas dari nyala lilin ke korek api termasuk perpindahan kalor secara konveksi di mana ada medium perantara berupa udara yang membawa kalor menuju ke atas. Perlu diingat bahwa udara memiliki massa jenis, tetapi massa jenis udara panas cenderung lebih kecil daripada udara dingin.

Baca Juga :  Jawaban Informatika Kelas 8 Aktivitas BK-K8-06-U Belajar Menyusun Halaman 45 46 Kurikulum Merdeka

Hal ini sama seperti massa jenis air yang dipanaskan di dekat bawah panci akan cenderung bernilai lebih kecil, sehingga air ini akan naik ke atas mendekati permukaan air. Kemudian, air di agak dingin yang lebih berat akan berkontak dengan panas dari dasar panci yang dibakar dengan kompor. Air tersebut kemudian mengalir ke atas dan air yang awalnya di atas tadi akan turun ke bawah. Hal ini berlangsung berulang-ulang dan peristiwa aliran ini dikenal sebagai aliran konveksi.

Penutup

Demikian pembahasan tentang Jawaban Percobaan Aktivitas 3.3 IPA Halaman 95 Kelas 7. Semoga dengan adanya pembahasan diatas dapat membantu sobatku semuanya dalam belajar serta dapat dijadikan pembanding bagi jawaban yang sudah dikerjakan. Jangan lupa untuk selalu belajar dan berlatih agar lebih cepat dalam memahami materi. Semoga bermanfaat

Catatan  :

1. Konten ini dibuat untuk membantu serta membandingkan dengan hasil pekerjaan sendiri.
2. Jawaban bersifat terbuka, dimungkinkan bagi siswa siswi untuk mengeksplorasi jawaban lebih baik.
3. Artikel ini tidak mutlak menjamin kebenaran jawaban.

Baca Juga

Jawaban Buku Siswa IPA Halaman 83 Kelas 7
Jawaban Uji Kemampuan IPA Halaman 91 Kelas 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *