Menggunakan Majas Personifikasi dalam Kalimat Perincian
Menggunakan Majas Personifikasi dalam Kalimat Perincian

Menggunakan Majas Personifikasi dalam Teks Perincian

Berikut.id – Menggunakan Majas Personifikasi dalam Teks Perincian. Teman, sebelumnya kalian sudah mempelajari teks deskripsi dengan menggunakan kalimat perincian dan kata konkret. Selain kata konkret dan kalimat perincian, kalian juga dapat menggunakan majas saat menggambarkan suatu objek dalam teks deskripsi, misalnya majas personifikasi.

 

Menggunakan Majas Personifikasi dalam Kalimat Perincian

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati seolah-olah hidup seperti manusia.

Contoh: Angin yang bertiup memainkan rambut dan berputar di sekeliling tubuh. Benda mati tentu tidak bisa bergerak. Namun pada kalimat ini, angin digambarkan seolah hidup seperti manusia yang dapat memainkan rambut dan berputar.

 

Tandai kata kerja yang membuat benda mati seolah-olah hidup pada kalimat di bawah ini.

1. Mobil itu batuk-batuk dan menyemburkan asap hitam saat lewat di depanku.

2. Kami belajar diiringi nyala lilin yang menari-nari dalam kegelapan.

3. Bunyi sirene pemadam kebakaran itu menjerit-jerit menyuruh kami minggir.

4. Kasurku seperti memanggil-manggilku begitu aku memasuki kamar pada siang terik itu.

5. Rasa sambal yang pedas itu membakar lidahku.

 

Sekarang bacalah kutipan novel ini baik-baik.

Misteri Terowongan Kereta

Menggunakan Majas Personifikasi dalam Kalimat Perincian

“Kalian tahu kenapa binatang ini disebut ‘kereta api’?” Bapak bertanya sambil takzim menatap langit-langit gerbong, ke sebuah kipas angin karatan yang tidak berfungsi lagi.

Kami yang duduk rapi di sebelah Bapak, antusias ikut mengamati seluruh gerbong. Celingukan ke depan belakang, menatap ke luar jendela, melihat batang pohon berpilin seperti berlari. Hutan pedalaman Sumatra yang selalu berkabut di pagi hari.

Bapak tersenyum, dia sudah menduga kalau kami, jangankan menjawab pertanyaan, mendengarkan kalimatnya barusan pun tidak. Dia paham, ini perjalanan pertama kalinya aku dan Burlian dengan kereta api. Meski si ular besi ini sudah menjadi bagian kehidupan kampung, dengan suara klaksonnya yang tidak pernah alpa, melenguh nyaring setiap subuh buta dan tengah malam, sejatinya kami dan boleh jadi anak-anak lain belum banyak yang menaiki kereta api dalam sebuah perjalanan sungguhan. (Dikutip dari Tere Liye, 2010: 1)

Baca Juga :  Majas Personifikasi dalam Bacaan “Tepok Bulu”

 

Dapatkah kalian menemukan majas personifikasi pada kutipan tersebut? Tandai dan tulislah pada buku tulis kalian!

1. Kami celingukan ke depan belakang, menatap ke luar jendela, melihat batang pohon berpilin seperti berlari.

2. Meski si ular besi ini sudah menjadi bagian kehidupan kampung, dengan suara klaksonnya yang tidak pernah alpa, melenguh nyaring setiap shubuh buta dan tengah malam, sejatinya kami dan boleh jadi anak-anak lain belum banyak yang menaiki kereta api dalam sebuah perjalanan sungguhan.

 

Majas personifikasi tak hanya digunakan dalam teks informasi, namun juga teks fiksi. Tujuan penggunaan majas ini pada teks fiksi adalah untuk memberikan kesan indrawi yang kuat dalam benak pembaca ketika membaca penggambaran gerak, suara, bentuk benda mati yang seperti makhluk hidup.

 

Nah teman, ada banyak sekali majas personifikasi yang dapat digunakan dalam menyusun teks deskripsi. Kalian juga bisa menggunakan kalimat lain, misalnya kalian akan menggambarkan kemarahan seseorang kalian bisa menggunakan kalimat “Matanya berapi-api menahan amarah” dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.