Perbedaan 4G dan 5G

Mengenal Perbedaan 4G dan 5G

Berikut.id – Jaringan 4G adalah generasi keempat dari teknologi nirkabel yang menggunakan menara seluler untuk menyediakan layanan telepon dan Internet nirkabel ke perangkat seluler. Disini, jaringan 5G menawarkan kecepatan yang jauh lebih cepat. Jaringan 5G akan dibangun di atas jaringan nirkabel 4G, tidak hanya itu, jaringan 5G juga akan menghadirkan teknologi baru dan jangkauan frekuensi radio yang lebih luas. Menara dan pemancar 5G menggunakan lebih banyak antena dan pita radio pada frekuensi yang lebih tinggi, menghasilkan kecepatan dan waktu respons yang lebih cepat. Ini adalah perbedaan besar dibandingkan dengan 4G yang sekitar 30 Mbps. Dalam kondisi normal, 4G memiliki kecepatan maksimum 100Mbps, sedangkan 5G mencapai 10Gbps.

Perbedaan Jaringan 5G dan 4G

Kalian mungkin sering mendengar orang menyebut 4G dan 5G. Namun, tahukah kamu perbedaan keduanya? Perbedaan 4G dan 5G secara garis besar terletak pada:

Kecepatan Maksimal

Dibandingkan 4G, 5G menawarkan bandwidth dan kapasitas yang jauh lebih besar dan tinggi. Secara teori kecepatan maksimal 4G adalah di kisaran 300 Mbs. Angka ini tentu jauh berbeda dengan kenyataan yang ada, karena realitanya kecepatan 4G rata-rata berada di kisaran 40 – 60 Mbps saja.

Bandingkan dengan 5G yang umumnya memiliki kecepatan yang bisa mencapai 1 Gbps, atau sepuluh kali lipat dari kecepatan 4G. Bahkan perusahaan teknologi seperti Huawei mengklaim telah menciptakan sebuah modem 5G dengan kecepatan maksimum mencapai 6,5 Gbps.

Baca Juga :  Mengenal Apa Itu HTTP beserta Fungsinya

Kecepatan Upload

Jaringan 4G memiliki kecepatan upload mencapai 17,7 mbps. Sedangkan  jaringan 5G memiliki kecepatan upload yang bisa mencapai 23,7 mbps.

Kekuatan Sinyal

Perbedaan 4G dan 5G juga terletak pada kekuatan sinyalnya. Dengan penggunaan gelombang yang lebih pendek jaringan 5G memiliki sebaran sinyal yang lebih baik, terarah dan tidak menimbulkan gangguan. Sementara sebaran sinyal milik 4G tidak beraturan serta berpotensi membuang energi dan tenaga dari pemancar.

Kecerdasan Perangkat

Kecerdasan perangkat juga menjadi perbedaan 4G dan 5G. Dengan teknik radio kognitif yang dapat mengidentifikasi tiap perangkat, jaringan 5G mampu membedakan perangkat tetap/fixed dan mobile. Hal ini tentu saja tidak dapat dilakukan oleh 4G.

Latency

Latency adalah lama waktu yang dibutuhkan data untuk sampai ke tujuan yang diukur dalam satuan mili detik. Dimana semakin kecil latency maka jaringan tersebut semakin baik. Berbeda dengan 4G yang memiliki latency lebih lama, jaringan 5G justru menawarkan latency yang jauh lebih singkat. Standar latency rendah milik 5G biasa disebut sebagai URLLC: ultra-reliable, low-latency connections.

Kelebihan dan Kekurangan Teknologi 5G

Kelebihan

Sebagaimana disebutkan di awal, jaringan 5G mempunyai kontribusi cukup besar terhadap kemajuan komunikasi manusia. Berkat 5G pula kegiatan sehari-hari manusia di bidang komunikasi dan pertukaran data menjadi lebih mudah dan cepat.

Koneksi Lebih Luas

Meski sama-sama mengusung OFDM, teknologi 5G menawarkan kelebihan dibanding LTE yang hanya mempunyai subcarrier spacing mencapai 15 kHz. Sementara 5G bisa lebih dari itu. Dengan kapasitas yang besar, yakni hingga 100 kali, teknologi 5G juga mampu beradaptasi dengan berbagai perangkat. Ini artinya, semakin banyak perangkat perangkat berbasis smart yang dapat terhubung dan beradaptasi dengan jaringan 5G.

Baca Juga :  Tips Merawat RAM Agar Lebih Awet dan Tahan Lama

Hampir Tidak Memiliki Delay

Selain koneksi yang luas dan kecepatan transmisi yang lebih baik dari generasi sebelumnya, teknologi 5G juga hampir tidak memiliki delay. Diketahui jaringan 5G memiliki waktu delay sekitar 4 hingga 5 milidetik saja. Bahkan, bisa dikurangi sampai 1 milidetik. Waktu delay yang begitu singkat ini memungkinkan pengguna teknologi 5G bisa menonton video beresolusi tinggi tanpa buffering.

Hemat Energi

Sejak awal teknologi 5G memang hadir untuk mengurangi konsumsi energi. Kemampuannya untuk mengurangi konsumsi energi sebesar 10% ini dilakukan dengan cara mengurangi trafik data.

Kecepatan transmisi data yang super cepat juga menyumbang kontribusi terbesar dalam menciptakan teknologi yang hemat energi. Sederhananya, jaringan 5G lebih hijau dan lebih banyak bit data per kilowatt energi dibanding  generasi sebelumnya.

Kekurangan Teknologi 5G

Di balik kelebihan yang luar biasa tersebut, ternyata 5G menyimpan beberapa kekurangan yang mungkin tidak kamu sadari. Apa saja kekurangannya? Berikut ulasannya.

Frekuensi Radio yang Penuh

Sebagaimana kita ketahui jika saat ini Spektrum radio sudah penuh dengan 3G dan 4G yang telah lebih dulu hadir. Bukan tidak mungkin jika hadirnya jaringan 5G sebesar 6 GHz akan menimbulkan masalah karena susunan pita frekuensi radio sudah padat.

Privacy dan Keamanan

Hasil riset menyebut jika 5G memiliki masalah dari segi privacy dan keamanan. Kemudahan dalam  mentransfer data berkualitas tinggi disinyalir menjadi penyebab rentannya tingkat keamanan pada teknologi 5G.

Daya Tembus yang Minim

Satu lagi kekurangan teknologi 5G yang mungkin belum kamu ketahui. Meski memiliki koneksi yang lebih luas, teknologi 5G memiliki daya tembus yang masih sangat minim. Tidak seperti jaringan pendahulunya, jaringan 5G kurang optimal untuk menembus penghalang seperti gedung, tembok, beton, pohon dan penghalang lainnya.

Baca Juga :  Membuat Ruang Tunggu atau Waiting Room pada Zoom

Kartu dan yang Sudah 5G di Indonesia

Tiga operator telekomunikasi berhasil dinyatakan memenuhi syarat dalam penggunaan pita frekuensi radio 2,3 Ghz pada rentan 2360 – 2390 MHz, untuk keperluan penyelenggaraan jaringan 5G di Indonesia.

Ketiga Operator ini sebelumnya telah menyelesaikan persyaratan tinjauan administratif oleh tim terpilih dan  menentukan peringkat mereka melalui aplikasi pelacakan waktu.

Ferdinandus Setu, Deputi Direktur Jenderal Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan berdasarkan hasil seleksi tim, juara pertama diraih PT Smart Telecom Tbk (Smartfren), disusul PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Apakah Kartu 4G bisa diupgrade ke 5G?

Transisi dari teknologi jaringan 4G ke 5G tidak hanya membutuhkan perubahan di sisi perangkat lunak, tetapi juga secara khusus membutuhkan dukungan dari perangkat keras tertentu. Untuk smartphone, transisi ke 5G biasanya harus dilakukan dengan memasang modem seluler dengan akses jaringan yang  sudah terintegrasi ke dalam SoC (system on chip). Sederhananya, pengguna yang ingin mengupgrade\dari 4G ke 5G jelas harus mengganti SoC di dalamnya.

Setiap motherboard dalam sebuah ponsel tentunya memiliki dukungan kompatibilitasnya masing-masing. Oleh karena itu, pengguna tidak boleh sembarangan memasang berbagai jenis SoC. Jaringan 5G memiliki berbagai jenis teknologi dan frekuensi. Jika tidak sesuai dengan apa yang digunakan  operator seluler Anda, Anda tidak akan dapat mengaksesnya. Di Indonesia, setiap operator tentu memiliki peraturan yang berbeda. Misalnya, Telkomsel  beroperasi di pita frekuensi 2.300MHz, Indosat Ooredoo di 1.800MHz, dan Smartfren di 28GHz. Dapat disimpulkan bahwa meningkatkan jaringan telepon seluler akan cukup sulit untuk dilakukan.