Hukum Archimedes: Pengertian, Rumus, dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Hukum Archimedes

Hukum Archimedes menjelaskan tentang gaya ke atas (gaya apung) yang dialami benda ketika berada di dalam zat cair. Ketika suatu benda dimasukkan ke dalam air, benda tersebut terasa lebih ringan dibandingkan saat berada di udara. Hal ini bukan karena massa benda berkurang, tetapi karena adanya gaya apung dari zat cair yang mendorong benda ke arah atas.

Secara sederhana, Hukum Archimedes menyatakan bahwa:

“Jika sebuah benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.”

Prinsip ini menjelaskan mengapa benda dapat terapung, melayang, atau tenggelam di dalam air.Rumus Hukum Archimedes

Secara matematis, gaya apung dapat dinyatakan dengan persamaan:

Fa = ρ × g × V

Keterangan:

  • Fa = gaya apung (Newton)
  • ρ = massa jenis zat cair (kg/m³)
  • g = percepatan gravitasi (m/s²)
  • V = volume zat cair yang dipindahkan (m³)

Hubungan antara berat benda di udara dan di dalam air dapat dituliskan:

Fa = wbu − wba

Keterangan:

wba = berat benda di dalam air

wbu = berat benda di udara

Sejarah Penemuan Hukum Archimedes

Hukum Archimedes ditemukan oleh Archimedes, seorang ilmuwan Yunani yang hidup sekitar tahun 287 SM – 212 SM. Ia dikenal sebagai ahli matematika, fisika, astronomi, dan insinyur.

Penemuan ini berawal ketika Raja Hieron II meminta Archimedes membuktikan apakah mahkota kerajaan benar-benar terbuat dari emas murni. Saat Archimedes berendam di bak mandi, ia melihat air meluap keluar ketika tubuhnya masuk ke dalam air. Dari peristiwa tersebut, ia menyadari bahwa volume air yang tumpah sama dengan volume benda yang dicelupkan. Penemuan ini membuatnya berteriak terkenal, “Eureka!” yang berarti “Aku menemukannya!”.

Dengan metode tersebut, Archimedes berhasil membuktikan bahwa mahkota raja tidak murni emas karena tercampur dengan perak.

Benda Terapung, Melayang, dan Tenggelam

Menurut Hukum Archimedes, keadaan suatu benda di dalam zat cair bergantung pada perbandingan antara gaya apung (Fa) dan gaya berat benda (w).

  1. Terapung
    Terjadi jika gaya apung lebih besar daripada berat benda.
  2. Melayang
    Terjadi jika gaya apung sama dengan berat benda.
  3. Tenggelam
    Terjadi jika gaya apung lebih kecil daripada berat benda.

Penerapan Hukum Archimedes dalam Kehidupan

Hukum Archimedes banyak digunakan dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari, misalnya:

1. Kapal Laut
Meskipun kapal terbuat dari logam yang memiliki massa jenis lebih besar daripada air, kapal tetap dapat terapung karena bentuknya memungkinkan memindahkan volume air yang besar sehingga gaya apung dapat menahan berat kapal.

2. Kapal Selam
Kapal selam dapat terapung, melayang, atau tenggelam dengan cara mengatur jumlah air dalam tangki ballast.

  • Air dimasukkan → berat kapal bertambah → kapal tenggelam.
  • Air dikeluarkan → berat kapal berkurang → kapal naik ke permukaan.

3. Hidrometer
Alat ini digunakan untuk mengukur massa jenis cairan, misalnya pada industri susu, minyak, atau baterai.

Kesimpulan

Hukum Archimedes menjelaskan bahwa benda yang berada di dalam zat cair akan mengalami gaya apung yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Prinsip ini sangat penting dalam menjelaskan fenomena benda terapung, melayang, atau tenggelam serta menjadi dasar dalam pembuatan berbagai teknologi seperti kapal laut dan kapal selam.

Memahami Hukum Archimedes membantu kita memahami berbagai fenomena fisika yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

You May Also Like